Showing posts with label Pyanhabib Wo. Macha. Show all posts
Showing posts with label Pyanhabib Wo. Macha. Show all posts

27 July 2011

Bapak Ku Seorang YB

Bapakku seorang YB di negara demokrasi
joget dan zapin dia tahu menari
hari-hari meeting
hari-hari outstation
sampai pagi konon menghargai
kesetiaan para pengundi yang memilihnya di pilihanraya

Di atas podium di hadapan rakyat
orang-orang kampung jauh terpencil
lidah bapaku petah bersilat
uratnya tegang mata terjegil

Bapakku pakar pintar teori mulut berbuih mata
melilau bersembur serapah segala jampi
orang-orang kampung batuknya hijau
Kitab sejarah dan hadis Nabi jadi hafalan bapaku
bestari rakyat maehaen ditaburi janji

Tidak siapa tahu bapakku gergaji bermata dua
sondol sana - sondol sini
dia main tutup mata
orang-orang kampung terlopong dengan mata terbuka

Bapakku seorang YB di negara demokrasi
anak aku bertuah tidak pernah mengundi
diajarnya aku berotak pintar
untuk hidup mesti terlebih ajar

Oh alangkan bertuah aku anak bapak
Bapakku YB , aku jadi penyangak
masing-masing putar belit
masing-masing pintar teori
masing-masing isi perut dan tembolok sendiri

Bapakku seorang YB di negara demokrasi
di parlimen tak habis-habis berkelahi
jadi Yb tak habis-habis kena maki

17 January 2011

Pyanhabib

Lama benar tak baca sajak Pyanhabib. Kebetulan Pyan bersajak lagi. Bersajak kerana sebuah karya 71 yang dipopularkan balek. Kesah itu diletak tepi kerana mari kita bersajak bersama. Pedulikan apa berlaku sebelum sajak itu bersajak :


Wo, macha!

ADA satu peeak banyak sibuk jerit kasi tahan itu fakta sejara,
apa macam suda tulis dalam itu sekola punya buku teks sejara,
sekarang suda jerit mo kasi padam,
...lagi mo kasi sembunyi itu fakta sejara dalam itu Interlok punya novel,
suda kasi tulis.
Tengokkk, apa macam yipokrit punya worang!

Sikit mo cerita,
Interlok punya dalam ada tulis,
itu Maniam, India Selatan punya worang sini Malaysia juga ada mari,
itu jam Pulo Pinang suda sampai. Itu Maniam baanyaak seronok,
Maniam baanyaak suka ati tengo ini Malaysia punya dalam tada kasta, yellek..
Ini Malaysia punya dalam kasi idup satu ati, worang cakap muyibbah, amma..
ini negara banyak aman.

Deyy! (angkat & lurus jari telunjuk)
Apasal you kasi bakar itu sekola punya buku teks?
You ada faham itu Interlok punya dalam ada tulis ka, macha?

Deyy T Murugiah,
itu satu buku punya pasal,
you satu negara mo kasi bakar ka?

Citt! Yenna thambi, sikit mo cerita sama you,
itu jam, itu buku kasi tulis huruf `t', you bulum ada, you bulum branak lagi, tahu?

Thambi, satu-dua kata `paria' suda kasi tulis dalam itu buku, you suda kasi pusing, wone' renndekk words,

thambi, you ajak satu kaum main bakar-bakar.
You mo bakar satu negara? Citt!

Thambi, saya banyak brasa you tada baca apa itu dalam Interlok kasi tulis.
Saya laagi baanyaak brasa ada lain worang suda diri you punya blakang, politik suda kasi main, wo!

Murugiah, kasi buka you punya kepala, jangan kasi you punya worang punya kepala, batu besar dalam ada duduk!

Sekian, terima kaseyy.

-Pyanhabib
15 Jan 2011