04 September 2011

Negara-negara Gila

Oleh: M Farid W Makkulau | 04 September 2011

Dunia semakin sempit. Informasi di belahan dunia lain yang tersembunyi sekalipun sudah dapat diakses bahkan telah berada dalam genggaman sebagai dampak dari pesatnya kemajuan teknologi informasi dan komunikasi. Saling mencampuri urusan antar Negara telah menjadi hubungan internasional yang kompleks, perebutan wilayah tambang dan sumber minyak, intervensi larangan kepemilikan senjata nuklir, kerjasama anti terorisme, perlindungan terhadap genocide dan HAM, ekspor dan impor dalam free market, masuknya intelijen dan korporasi internasional sebagai bentuk kolonialisme yang didukung oleh suatu Negara merupakan mata rantai masalah internasional, yang akan banyak mewarnai hubungan Negara timur dan barat.
Amerika Serikat yang telah memproklamirkan dirinya sebagai ‘polisi dunia’, merupakan sebuah Negara yang “gila perang”. Campur tangannya secara politik, ekonomi dan militer di berbagai Negara, baik di Negara dunia ketiga maupun Negara Afrika dan Timur Tengah merupakan campur tangan tidak biasa, terkait penguasaan wilayah kaya minyak. Dalam sejarah modern Negara ini, akan kita dapati banyaknya konflik politik dan perang di banyak Negara merupakan hasil dari campur tangan intelijen, politik dan militer Amerika Serikat.
Negara Israel yang berbatasan dengan Negara – Negara Arab adalah Negara yang sama gilanya dengan Amerika. Hal ini dikarenakan posisi pengambil keputusan kunci di pemerintahan, lembaga ekonomi dan perusahaan multinasional di Amerika dipegang oleh Orang – orang Yahudi. Israel sama gila perangnya dengan Amerika, hanya saja Israel didorong oleh posisinya yang sempit dan terpojok di wilayah Negara yang sekarang ditempatinya sebagai perjalanan panjang orang Yahudi mencari ‘tanah pengharapan’. Maka digempurlah selalu jalur gaza, tepi barat Palestina yang selalu dianggapnya dalam politik zionis mereka sebagai wilayah yang harus dikuasai oleh Yahudi. Israel adalah Negara yang “gila tanah”, menggilai tanah (wilayah) Negara dan bangsa lain.
Seperti halnya Israel, Singapore pun adalah Negara yang “gila tanah”. Negara kecil di Asia Tenggara ini seringkali dijuluki sebagai Negara pusat ‘Yahudi Melayu’. Masih ingat tentang impor pasir dari Indonesia ke Negara ini secara ilegal tentunya sebagai upaya menambah luas daratannya di wilayah pantainya ? Image sebagai Negara maju di kawasan Asia Tenggara telah menjadikan Singapura sebagai syurga belanja, tak terkecuali dari Indonesia. Tidak adanya perjanjian Ekstradisi dengan Indonesia, telah menjadikan Singapura sebagai pelarian politik bagi para taipan dan koruptor kelas kakap.
Pada banyak Negara di Eropah, warganya sangat “gila bola”. Keterpurukan ekonomi dan keuangan yang melanda Eropah saat ini ditutupi oleh informasi dan pemberitaan tentang liga sepakbola antar club dan antar Negara. Meski Bola saat ini telah menjadi olahraga yang menarik perhatian begitu banyak mata di seluruh dunia, tapi tidak segila orang Eropah terhadap Bola. Mereka adalah pencinta bola yang rela bejibun di stadion, memperhatikan dengan seksama, memberikan dukungan yang wajar serta partisipan aktif akan hadirnya permainan yang cantik di lapangan. Itulah sebabnya jarang terjadi kerusuhan atau perkelahian di stadion dan untuk kecintaan bola itu, mereka rela merogoh kocek berapapun besarnya. Para pemain bola dibayar mahal, nilai transfer antar pemain dalam suatu club sangat gila-gilaan, bahkan melebihi anggaran pendidikan dan kesehatan kita dalam APBN.
Jepang, China dan Korea Selatan merupakan tiga Negara yang “gila ekonomi”. Industri tumbuh pesat dan menjadi penopang ekonomi Negara dan rakyatnya. Warga jepang memiliki sikap mental untuk kuat berkembang dan tahan banting menjadi bukti mereka belajar dari kondisi alamnya dan perjalanan sejarahnya, hal ini berbeda dengan China dan Korea Selatan, yang motivasi berkembang warganya selain tuntutan untuk maju, juga didasari dendam terhadap Jepang, Negara yang pernah menjajahnya. Meski menjalin kerjasama dengan Jepang, Kedua negara ini sulit untuk menyembunyikan dendamnya kepada Negera sakura da samurai tersebut.
Korea Selatan misalnya, Negara yang dijuluki “Daratan Pagi Yang Tenang” menjadi ’gila ekonomi’, salah satu sebab kemajuannya sebagai perlawanan terhadap dominasi Jepang. Nasionalisme orang Korsel sangat tinggi, semua warganya memakai produk dalam negeri, dari makanan, sepatu, produk elektronik hingga produk otomotif. Tidak ada paksaan dari pemerintah, tetapi kalau tidak memakai produk Korea, mereka akan malu sendiri. Restoran Mc Donalds di Korsel terseok-seok bersaing dengan restoran lokal, Lotteria. Orang Korsel tidak mengenal produk elektronik bermerek Sony, Toshiba, Elektrolux, ataupun Philips. Mereka mengenal dan memakai buatan sendiri, LG dan Samsung. Begitupula dengan Ponsel, mereka senang dengan merk lokal buatan sendiri. Sekarang malah kita ikut bangga memakai produk Tablet mereka. Untuk Otomotif, mereka pun punya buatan sendiri yang dibanggakannya, KIA, Hyundai, Daewoo dan Ssangyong.
Bagaimana dengan Negara Indonesia ? Apakah yang digilai orang Indonesia ?. Setiap orang dari kita tentu dapat menjawabnya. Sedikit jawaban tentang Orang Indonesia yang “gila politik” sudah saya uraikan DISINI. Semoga bermanfaat dan Salam Cinta Indonesia. :)


NegaraKu Malaysia?

No comments: